Warga Cipicung dan Leuwi Anjing Demo ke BPN Bogor, Tuntut Kepastian Pembayaran Uang Ganti Kerugian Lahan

Aksi Demo Warga Kampung Cipicung di Kantor BPN

 

BOGOR, SGI-NEWS.COM – Puluhan warga Kampung Cipicung dan Kampung Leuwi Anjing, Desa Kutamekar, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, menggelar aksi demonstrasi di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor II.(4/6/2026)

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes dan tuntutan warga terkait belum terealisasinya pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGK) lahan yang hingga kini masih menunggu kepastian.

Warga mengaku kecewa karena pembayaran UGK lahan yang sebelumnya disebut akan segera direalisasikan hingga saat ini belum juga terlaksana.

Harapan masyarakat sempat muncul setelah adanya penyampaian dari pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dalam musyawarah yang digelar di Aula Kecamatan Cariu beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, warga menerima informasi bahwa proses pembayaran ganti rugi lahan akan segera dilakukan.

Namun, hingga memasuki pertengahan tahun 2026, realisasi pembayaran yang dinantikan warga belum juga terwujud.

Salah seorang warga Kampung Cipicung yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, masyarakat sudah terlalu lama menunggu kepastian pembayaran UGK lahan.

“Kami sudah menaruh harapan besar setelah ada penyampaian bahwa pembayaran akan segera dilakukan. Namun sampai sekarang belum ada realisasinya,” ujarnya saat aksi berlangsung.

Menurutnya, keterlambatan pembayaran diduga disebabkan lambatnya proses verifikasi dan validasi dokumen lahan oleh pihak terkait.

“Kami menduga proses verifikasi dan validasi berkas lahan oleh BPN Bogor II dan PPK Lahan berjalan lambat sehingga pembayaran UGK terus tertunda,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya berinisial U. Ia menegaskan masyarakat tidak lagi membutuhkan janji, melainkan kepastian dan bukti nyata.

“Kami bukan butuh janji, tetapi bukti. Yang kami tunggu adalah realisasi pembayaran UGK lahan yang menjadi hak warga,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, warga juga meminta perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor agar turut membantu menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi.

“Kami berharap Bupati Bogor dapat membantu memperjuangkan hak-hak masyarakat. Jangan sampai warga terus menunggu tanpa kepastian. Kami ingin pemerintah turun langsung melihat kondisi warga yang terdampak,” ujarnya.

Warga menilai keterlambatan pembayaran Uang Ganti Kerugian telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat terdampak proyek.

Melalui aksi demonstrasi ini, warga mendesak BBWS Citarum, BPN Kabupaten Bogor II, dan PPK Lahan untuk segera memberikan penjelasan terkait kendala yang menyebabkan pembayaran belum terlaksana.

Selain itu, masyarakat juga meminta seluruh proses administrasi yang masih tertunda dapat segera diselesaikan agar pembayaran UGK lahan di Kampung Cipicung dan Kampung Leuwi Anjing dapat direalisasikan secepatnya.

Warga berharap hak mereka atas ganti rugi lahan dapat segera diterima sehingga tidak menimbulkan ketidakpastian yang berkepanjangan di tengah masyarakat.(RUDI)

Kata Kunci SEO: Demo Warga Cariu, Pembayaran UGK Lahan Cariu, Uang Ganti Kerugian Lahan Bogor, Warga Kutamekar Demo BPN, BPN Bogor II, BBWS Citarum, Ganti Rugi Lahan Cariu, Warga Cipicung Leuwi Anjing.

Tinggalkan komentar