SGI-NEWS.COM – Peresmian Pasar Hewan Bogor di Kecamatan Jonggol oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto menjadi tonggak penting dalam pembangunan kawasan Bogor Timur. Keberadaan pasar hewan tersebut dipersiapkan sebagai salah satu infrastruktur strategis dalam mendukung rencana pemekaran wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Bogor bagian timur.
Dalam sambutannya, Rudy Susmanto menegaskan bahwa pembangunan Pasar Hewan Jonggol bukan sekadar menghadirkan fasilitas perdagangan ternak, tetapi merupakan bagian dari tahapan besar mempersiapkan Bogor Timur menjadi daerah yang mandiri.
“Pasar Hewan Bogor atau Pasar Hewan Jonggol merupakan tahapan kita membangun Bogor wilayah timur. Ketika masyarakat Bogor Timur memiliki harapan untuk melakukan pemekaran wilayah, maka bukan hanya ibu kota yang harus dipersiapkan, tetapi seluruh fasilitas penunjangnya juga harus dibangun sejak awal,” ujar Rudy.
Ia menjelaskan, sejak 2025 Pemerintah Kabupaten Bogor mulai membangun berbagai infrastruktur pendukung di kawasan calon ibu kota Bogor Timur yang dipusatkan di Desa Sukaresmi. Menurutnya, pembangunan sebuah wilayah harus diawali dengan membangun infrastruktur dasar sebagai urat nadi perekonomian.
Salah satu proyek strategis yang tengah berjalan adalah pembangunan jalan tembus sepanjang 10 kilometer yang menghubungkan Jalan Transyogi hingga Desa Sukaresmi. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026 dan diharapkan menjadi akses utama menuju pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur.
Selain itu, Rudy mengungkapkan bahwa pemerintah pusat juga memberikan dukungan melalui penyelesaian Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 sesuai arahan Presiden Republik Indonesia. Kehadiran dua bendungan tersebut diyakini akan memperkuat sektor pertanian, ketahanan air, hingga investasi di Bogor Timur.
Pemkab Bogor juga mendapat dukungan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah untuk pembangunan ruas jalan strategis yang menghubungkan Kecamatan Citeureup hingga Sukamakmur. Proyek dengan nilai sekitar Rp80 miliar itu mulai dikerjakan pada 2025 dan ditargetkan selesai pada 2026.
Tak hanya itu, Rudy menyampaikan kabar menggembirakan terkait rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tahap pertama seluas 1.000 hektare di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur. Kawasan tersebut merupakan bagian dari pengembangan area seluas 5.000 hektare yang akan menghadirkan pusat layanan kesehatan bertaraf internasional dengan konsep serupa Penang, Malaysia.
“Pembangunan tahap pertama direncanakan dimulai paling cepat pada 2026 dan paling lambat 2027. Ini menjadi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi, investasi, dan penciptaan lapangan kerja di Bogor Timur,” kata Rudy.
Ia pun mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Anggota DPR RI H. Mulyadi, pemerintah pusat, serta Presidium Bogor Timur yang terus mengawal percepatan pembangunan kawasan tersebut.
Mengakhiri sambutannya, Rudy mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Pasar Hewan Jonggol karena dirinya juga merupakan peternak sapi dan domba.
“Saya juga peternak sapi, saya juga peternak domba. Pasar ini sangat berkesan bagi saya. Dulu kalau mau membeli sapi harus naik ke atas bukit. Hari ini kita memiliki pasar hewan yang representatif sebagai kebanggaan masyarakat Bogor,” tutupnya.
Dengan diresmikannya Pasar Hewan Jonggol, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap kawasan Bogor Timur semakin siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat fondasi menuju terwujudnya pemekaran wilayah di masa mendatang.(SALWA)
