Kemarau Ekstrem Melanda, Forkopincam Cariu dan MUI Ajak Warga Shalat Istisqa

SGI-NEWS.COM – Kemarau panjang yang melanda wilayah Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, menyebabkan ketersediaan air di sejumlah wilayah semakin terbatas. Kondisi tersebut mendorong Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Cariu bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cariu mengajak masyarakat melaksanakan shalat Istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan.(23/9/2026)

Pelaksanaan shalat Istisqa digelar di Kampung Tegal Encong, Desa Babakan Raden, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor. Kegiatan tersebut diikuti masyarakat dari tiga desa, yakni Desa Babakan Raden, Desa Tegal Panjang, dan Desa Cariu.

Shalat Istisqa menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersama-sama berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar segera diberikan hujan, mengingat kondisi kekeringan telah berlangsung cukup lama dan mulai berdampak terhadap ketersediaan air bagi kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut atas surat edaran Bupati Bogor Rudi Susmanto yang mengimbau masyarakat melaksanakan shalat Istisqa sebagai salah satu bentuk ikhtiar menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Cariu Pardi, A.P., Sekretaris Kecamatan Cariu Agus Sopyan, Kapolsek Cariu Kompol Agus Hidayat, Danramil Cariu Kapten Szi Yoni Susmanto, Ketua MUI Kecamatan Cariu, Kasi Trantib Satpol PP Kecamatan Cariu Purwanto, serta Kepala Desa Cariu Ahmad Suryadi.

Turut hadir Kepala Desa Babakan Raden dan Kepala Desa Tegal Panjang yang diwakili perangkat desa masing-masing, serta masyarakat dari ketiga desa yang mengikuti pelaksanaan shalat Istisqa.

Camat Cariu Pardi, A.P., mengatakan pelaksanaan shalat Istisqa tersebut mengacu pada surat edaran Bupati Bogor dan menjadi bentuk ikhtiar bersama dalam menghadapi kondisi kekeringan.

“Pelaksanaan shalat Istisqa ini mengacu pada surat edaran Bupati Bogor. Kami bersama Ketua MUI Kecamatan Cariu melaksanakan shalat Istisqa dengan melibatkan tiga desa, yaitu Desa Tegal Panjang, Desa Babakan Raden, dan Desa Cariu,” ujar Pardi.

Menurut Pardi, desa-desa lain di wilayah Kecamatan Cariu juga dianjurkan melaksanakan shalat Istisqa di wilayah masing-masing. Dengan demikian, doa dan ikhtiar masyarakat untuk memohon turunnya hujan dapat dilakukan secara bersama-sama.
“Untuk desa-desa lainnya, kami juga menganjurkan agar melaksanakan shalat Istisqa di desa masing-masing,” tambahnya.

Selain menggelar shalat Istisqa, Forkopincam Cariu bersama MUI mengajak masyarakat untuk memperbanyak doa, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta menggunakan air secara bijak selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

Masyarakat berharap ikhtiar dan doa bersama tersebut dapat menjadi jalan turunnya hujan sehingga ketersediaan air untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, maupun aktivitas masyarakat sehari-hari dapat kembali terpenuhi.(Rudi)

Tinggalkan komentar