SGI-NEWS.COM – Upaya memperkuat pemahaman dan kesadaran aparatur pemerintahan terhadap pencegahan tindak pidana korupsi terus dilakukan. Salah satunya melalui Roadshow Penyuluhan Antikorupsi yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para kepala desa dan aparatur desa se-Kecamatan Cariu, perwakilan dari sejumlah sekolah, serta unsur pelayanan kesehatan di wilayah Kecamatan Cariu.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Cariu Pardi, A.P., Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Achmad Yaudin Sogir, Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Bogor IPTU Dwi Wiyanto Sulistyono, S.H., serta Kepala Sub Seksi II Intelijen Kejaksaan Negeri Bogor Abdullah Muhammad Ihsan, S.H., M.H.
Turut hadir Master Hanifah Assegaf, Penyuluh Antikorupsi Muda dari Komunitas Jarum Integritas sekaligus Dosen STIE Bisnis Indonesia, serta Master Lina Jazuli, Penyuluh Antikorupsi Muda dari Forum PAKSIAPI Jawa Barat sekaligus Widyaiswara Madya BKPSDM Kabupaten Karawang.
Roadshow penyuluhan antikorupsi tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan penguatan kepada aparatur pemerintahan mengenai pentingnya menjalankan tugas dan mengelola pemerintahan secara transparan, tertib, berintegritas, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Para peserta mendapatkan berbagai materi terkait pencegahan korupsi, pembangunan integritas, serta penerapan tata kelola pemerintahan yang baik dalam pelaksanaan pelayanan publik dan administrasi pemerintahan desa.
Camat Cariu Pardi, A.P., menyampaikan bahwa membangun perilaku pemerintahan yang bersih membutuhkan komitmen dan pengorbanan dari berbagai pihak.
“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini kita mendapatkan pencerahan, membenarkan yang biasa, tetapi membiasakan yang benar untuk mengejar perilaku yang bersih dan lurus. Itu membutuhkan pengorbanan dari berbagai sisi,” ujarnya.
Menurut Pardi, penyuluhan tersebut merupakan bagian dari proses membangun pemerintahan yang lebih baik, baik di tingkat kecamatan maupun desa. Nilai-nilai yang disampaikan dalam kegiatan tersebut juga diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tentunya ini perjalanan yang bagus bagi kita semua sebagai penyelenggara pemerintahan di tingkat kecamatan, desa, dan kehidupan kita sehari-hari,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, aparatur pemerintahan di tingkat kecamatan maupun desa diharapkan semakin memahami langkah-langkah pencegahan korupsi serta mampu menerapkan prinsip integritas, transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap aturan dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Kegiatan penyuluhan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas, khususnya di lingkungan pemerintahan Kecamatan Cariu dan desa-desa di wilayahnya.(Rudi)
