Bu Haji Ebah, Perajin Kue Cincin Legendaris Desa Tarikolot yang Melestarikan Warisan Turun-Temurun

SGI-NEWS.COM — Di tengah perkembangan zaman dan semakin beragamnya jajanan modern, sosok Hj. Ebah tetap mempertahankan usaha pembuatan kue cincin tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyangnya.

Berlokasi di Kampung Tarikolot RT 003/RW 007, Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, usaha kue cincin miliknya menjadi bagian dari kisah kuliner tradisional yang terus dijaga hingga kini.

Bagi Hj. Ebah, membuat kue cincin bukan sekadar pekerjaan untuk memperoleh penghasilan. Usaha tersebut merupakan warisan keluarga yang memiliki nilai sejarah, kenangan, dan kebanggaan tersendiri.

Keterampilan membuat kue cincin yang diperolehnya dari generasi sebelumnya terus dipertahankan sebagai bentuk kecintaan terhadap tradisi leluhur.

Perjalanan usaha yang telah berlangsung lintas generasi itu menjadi bukti bahwa makanan tradisional masih memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat. Dengan ketekunan dan pengalaman yang dimiliki, Hj. Ebah terus menjalani aktivitasnya dalam membuat kue cincin khas tradisional.

Menariknya, usaha tersebut juga memberikan makna tersendiri bagi kehidupan Hj. Ebah di masa tuanya. Dari hasil usaha kue cincin yang dijalankannya, ia dapat menikmati hari-hari dengan kegiatan yang produktif sekaligus berbagi rezeki kepada anak dan cucunya.

Bagi seorang nenek, kebahagiaan tidak selalu diukur dari banyaknya harta yang dimiliki. Dapat terus berkarya, menjalankan warisan keluarga, serta melihat anak cucu ikut merasakan hasil jerih payahnya merupakan kebahagiaan yang sangat berharga.

Kisah Hj. Ebah menjadi gambaran tentang arti kerja keras, ketekunan, dan pentingnya menjaga warisan keluarga. Di balik bentuknya yang sederhana, kue cincin menyimpan cerita panjang tentang perjuangan lintas generasi yang tetap bertahan hingga saat ini.

Keberadaan usaha kue cincin Hj. Ebah di Desa Tarikolot juga menjadi pengingat bahwa kuliner tradisional bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang identitas, budaya, dan nilai kekeluargaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Semoga usaha yang dirintis dan dipertahankan Hj. Ebah dapat terus lestari, menjadi kebanggaan masyarakat Desa Tarikolot, serta menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan kuliner tradisional daerahnya sendiri.(TONO)

Tinggalkan komentar