SGI-NEWS.COM, JAKARTA – PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (IDX: BOSS) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 sekaligus Public Expose 2026 di Wisma 77 Tower 1, Lantai 8, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (4/11/2026).
Dalam agenda tersebut, perseroan memaparkan perkembangan kinerja perusahaan, kondisi operasional pertambangan batu bara, hingga sejumlah strategi untuk menjaga keberlangsungan usaha (going concern) di tengah tantangan industri pertambangan dan masa transisi pemulihan pascabencana.
Manajemen PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola perusahaan, mempercepat penjajakan mitra strategis, serta menyelesaikan kewajiban pelaporan keuangan sesuai ketentuan regulator.
Operasional Tambang Belum Kembali Normal
Dalam pemaparan Public Expose, perseroan menjelaskan bahwa sepanjang 2024 hingga 2025 belum membukukan transaksi penjualan hasil produksi batu bara.
Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya aktivitas penambangan yang belum dapat dilanjutkan akibat dampak bencana alam berupa banjir dan longsor, keterbatasan modal kerja, serta upaya manajemen melakukan efisiensi biaya operasional di tingkat perusahaan induk (holding).
Di tengah kondisi tersebut, perseroan tetap berupaya menjaga keberlangsungan usaha, meminimalkan risiko hukum, dan mempertahankan hubungan baik dengan para pemangku kepentingan.
Sementara itu, entitas anak perseroan, PT Pratama Bersama (PB), telah memperoleh persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk periode 2024–2026, dengan kuota produksi maksimal 600.000 ton per tahun.
Adapun PT Bangun Olah Sarana Sukses (BOS) yang berstatus pailit sejak 2022, telah memperoleh penetapan izin going concern dari Hakim Pengawas dan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 21 Maret 2024.
Izin tersebut memungkinkan keberlangsungan aktivitas usaha di bawah pengelolaan kurator. Perseroan juga menjelaskan bahwa entitas tersebut tetap dikonsolidasikan dalam laporan keuangan konsolidasi perusahaan.
Percepat Penjajakan Mitra Strategis
Untuk membuka kembali potensi bisnis dan mengoptimalkan nilai aset perusahaan, PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk menyiapkan sejumlah langkah strategis.
Salah satunya melalui percepatan penjajakan dan negosiasi dengan calon investor maupun mitra bisnis yang memiliki pengalaman di industri pertambangan.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung penyediaan modal kerja, perbaikan infrastruktur yang terdampak bencana, serta menghidupkan kembali kegiatan operasional penambangan di wilayah konsesi PT Pratama Bersama dan perizinan BOS.
Selain itu, perseroan tetap mengandalkan keunggulan kualitas batu bara termal yang dimiliki, dengan rata-rata nilai kalori mencapai 6.300 kkal/kg ARB serta kadar abu dan sulfur yang sangat rendah.
Kualitas tersebut dinilai menjadi salah satu potensi daya saing perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pasar batu bara domestik maupun internasional.
Perseroan juga mengungkapkan bahwa PT Pratama Bersama pernah memperoleh dukungan pendanaan eksplorasi dari Pemerintah Jepang melalui Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC) hingga sebesar 3 juta dolar AS.
Penyelesaian Audit Keuangan Jadi Prioritas
Selain pemulihan kegiatan operasional, penyelesaian kewajiban pelaporan kepada regulator menjadi salah satu prioritas utama manajemen.
Perseroan menyampaikan komitmen untuk menyelesaikan laporan keuangan auditan tahun buku 2023, 2024, dan 2025, sekaligus menjadwalkan penyelenggaraan RUPS dan RUPSLB terkait.
Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Penyelesaian kewajiban pelaporan tersebut juga menjadi bagian penting dalam upaya perseroan menyelesaikan permasalahan suspensi perdagangan saham BOSS yang telah berlangsung sejak April 2024.
Manajemen turut menegaskan penerapan efisiensi berkelanjutan melalui pengendalian biaya operasional di tingkat holding guna menjaga ketahanan finansial selama masa transisi.
Tetap Perhatikan Tata Kelola dan Lingkungan
Dalam aspek tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance/GCG), perseroan mengakui masih terdapat keterlambatan penyampaian laporan keuangan auditan serta penyelenggaraan RUPS dan RUPSLB.
Keterlambatan tersebut, menurut penjelasan perseroan, dipengaruhi kendala teknis dan dampak bencana alam.
Meski demikian, Dewan Komisaris, Direksi, dan Komite Audit disebut tetap menjalankan fungsi pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku.
Perseroan juga menyediakan saluran pengaduan pelanggaran atau whistleblowing system melalui alamat email resmi corsec@bosscoal.com.
Di sisi keberlanjutan lingkungan, perusahaan menyatakan tetap berupaya menerapkan prinsip 3P (People, Planet, Profit).
Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan lingkungan secara berkala, perawatan settling pond, program revegetasi bersama petani lokal, serta pelaksanaan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) secara terbatas bagi masyarakat di sekitar wilayah konsesi Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Melalui rangkaian RUPS Tahunan 2025 dan Public Expose 2026 ini, PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan usaha, memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, serta membuka peluang pemulihan kegiatan pertambangan melalui dukungan mitra strategis.
Tentang PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk
PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk merupakan perusahaan induk yang bergerak di bidang pertambangan batu bara melalui entitas anak perusahaan dengan wilayah konsesi strategis di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Sekretaris Perusahaan PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk di Wisma 77 Tower 1, Lantai 8, Jakarta Barat, melalui telepon (021) 535 9777 atau email corsec@bosscoal.com
(ELI & NAHUM)
