SGI-NEWS.COM – Kunjungan kerja spesifik (Kunfik) Komisi V DPR RI ke proyek pembangunan Bendungan Cibeet mendapat sambutan positif dari sejumlah kepala desa yang wilayahnya terdampak pembangunan proyek strategis nasional tersebut.
Kehadiran langsung anggota Komisi V DPR RI dinilai menjadi momentum penting bagi pemerintah desa untuk menyampaikan berbagai persoalan sekaligus aspirasi masyarakat terdampak, khususnya terkait pembebasan lahan, kondisi sosial masyarakat, hingga keberadaan makam dan situs bersejarah.
Kepala Desa Kutamekar, Uteng, mengungkapkan rasa syukurnya atas kunjungan tersebut. Menurutnya, dengan turun langsung ke lapangan, berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat dapat diketahui secara lebih jelas oleh seluruh pihak terkait.
“Ya, syukur alhamdulillah, dengan adanya kunjungan dewan, semua permasalahan jadi diketahui oleh semua pihak,” ujar Uteng.
Uteng berharap pembangunan Bendungan Cibeet tetap berjalan sesuai harapan masyarakat, namun tetap memperhatikan keberadaan makam serta situs-situs bersejarah peninggalan para leluhur.
“Harapannya, pembangunan bendungan bisa sesuai harapan, tidak mengganggu makam-makam dan tidak menenggelamkan situs-situs sejarah peninggalan para leluhur,” tambahnya.
Menurut Uteng, pembangunan infrastruktur nasional memang penting untuk kepentingan masyarakat luas. Namun, aspek sosial, budaya, sejarah, serta keberadaan situs peninggalan leluhur juga harus menjadi perhatian serius dalam setiap tahapan pembangunan.
Sementara itu, Kepala Desa Cibatu Tiga, Asep Iskandar, turut menyampaikan aspirasi masyarakatnya terkait proses pembebasan lahan.
Ia berharap proses pembebasan lahan tidak hanya dilakukan di wilayah Desa Kutamekar, tetapi juga segera ditindaklanjuti untuk warga Desa Cibatu Tiga yang turut terdampak dan wilayahnya akan tergenang.
“Kami sangat berharap mengenai pembebasan lahan bukan hanya wilayah Desa Kutamekar saja, akan tetapi disegerakan untuk Desa Cibatu Tiga, yang mana warga kami yang terdampak dan akan tergenang sudah sangat jenuh menunggu,” ujar Asep.
Para kepala desa terdampak berharap kunjungan Komisi V DPR RI tidak berhenti pada peninjauan dan penyampaian aspirasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret.
Masyarakat berharap persoalan pembebasan lahan serta berbagai dampak sosial dan budaya dapat segera memperoleh kepastian, sehingga pembangunan Bendungan Cibeet dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan hak, aspirasi, dan nilai sejarah yang dimiliki masyarakat setempat.(Rudi)
