
BOGOR, SGI- NEWS.COM – Kegiatan Pentas Seni (PENSI) yang digelar oleh MTsN 04 Bogor di Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, menjadi perhatian publik di tengah polemik mengenai pelaksanaan kegiatan perpisahan dan pentas seni di lingkungan sekolah.
Meski sempat menjadi sorotan karena dikaitkan dengan imbauan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan surat edaran Dinas Pendidikan terkait pembatasan kegiatan yang berpotensi membebani orang tua siswa, Pentas Seni MTsN 04 Bogor tetap mendapat dukungan dari sebagian besar wali murid.
Bagi para orang tua, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang hiburan atau pertunjukan bakat siswa, melainkan sarana pembentukan karakter, penghormatan kepada guru, serta ungkapan rasa syukur atas selesainya masa pendidikan.
Salah seorang wali murid, Kartini, mengaku terharu saat menyaksikan putranya yang baru lulus dari MTsN 04 Bogor mengikuti prosesi sungkem kepada orang tua dan guru dalam rangkaian acara Pentas Seni.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Saya merasa terharu karena bisa melihat anak saya sungkem kepada orang tua dan para guru dengan penuh rasa hormat. Momen ini sangat berkesan dan menjadi bentuk rasa syukur atas perjuangan selama menempuh pendidikan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).
Menurut Kartini, kegiatan Pentas Seni memiliki nilai edukatif yang penting bagi perkembangan mental dan emosional siswa. Ia menilai pengalaman tersebut akan menjadi kenangan berharga bagi anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun.
Terkait biaya pelaksanaan kegiatan, Kartini mengaku tidak mempermasalahkannya selama kegiatan tersebut memberikan manfaat positif bagi siswa.
“Kalau untuk kebahagiaan anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan, kami sebagai orang tua mendukung. Yang terpenting kegiatan ini memberikan manfaat dan kenangan yang baik bagi mereka,” katanya.
Sementara itu, salah satu siswa lulusan MTsN 04 Bogor, Apdal Fadilah Ramadan, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan tingkat madrasah tsanawiyah.
Ia menyampaikan terima kasih kepada kepala sekolah, wali kelas, guru, serta kedua orang tuanya yang selama ini memberikan dukungan dalam proses belajar.
“Alhamdulillah saya bisa lulus berkat bimbingan kepala sekolah, wali kelas, dan para guru. Saya juga berterima kasih kepada mamah dan papah yang selalu mendukung saya. Setelah ini saya akan melanjutkan pendidikan ke SMKN Cariu,” ungkapnya.
Menurut sejumlah pihak, Pentas Seni merupakan tradisi pendidikan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di berbagai sekolah. Selain menjadi wadah pengembangan bakat dan kreativitas siswa, kegiatan tersebut juga berfungsi membangun rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, serta memperkuat hubungan antara siswa, guru, dan orang tua.
Di tengah perdebatan mengenai pelaksanaan kegiatan sekolah yang melibatkan partisipasi orang tua, Pentas Seni MTsN 04 Bogor dinilai memberikan pesan penting tentang penghormatan kepada guru dan keluarga. Momen sungkem yang ditampilkan para siswa menjadi salah satu bagian yang paling menyentuh dalam acara tersebut.
Terlepas dari berbagai pro dan kontra yang berkembang, banyak orang tua berharap kegiatan pendidikan yang memiliki nilai karakter, budaya, dan kebersamaan seperti Pentas Seni tetap dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan kemampuan serta kesepakatan seluruh pihak yang terlibat.(RUDI SGI News)
