Tradisi Adu Kuluwung Meriah di Cariu Bogor, Warga Dua Desa Antusias Usai Idul Fitri

SGI-NEWS.COM – Tradisi adu kuluwung kembali meriahkan warga di wilayah Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, usai perayaan Idul Fitri 2026.

Kegiatan tahunan yang digelar masyarakat Desa Sukajadi dan Desa Kutamekar ini berlangsung semarak dan penuh antusiasme. Tradisi yang juga dikenal sebagai adu karbit tersebut menjadi agenda rutin warga setiap tahun setelah Lebaran.

Acara ini diprakarsai oleh pemerintah desa setempat dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Selain itu, unsur Muspika Kecamatan Cariu turut hadir untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.

Kepala Desa Kutamekar, Uteng (Asman), mengatakan tradisi adu kuluwung merupakan warisan budaya yang terus dijaga oleh masyarakat.

“Adu kuluwung ini merupakan tradisi tahunan yang selalu dilaksanakan setelah Idul Fitri. Antusiasme warga sangat tinggi,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus mempererat hubungan antarwarga kedua desa.

“Semoga tradisi ini tetap terjaga dan semakin mempererat silaturahmi antara warga Desa Sukajadi dan Kutamekar,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan Kepala Desa Sukajadi, Nurhayati. Ia menilai kegiatan ini tidak sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ajang memperkuat kebersamaan.

“Ini bukan hanya hiburan, tapi juga mempererat persaudaraan antarwarga. Kami berharap tradisi ini terus dilaksanakan setiap tahun dengan aman dan tertib,” ucapnya.

Dari sisi pengamanan, aparat gabungan dari Polsek Cariu, Koramil Cariu, serta unsur kecamatan turut melakukan pengawasan selama kegiatan berlangsung.

Kapolsek Cariu, Kompol Agus Hidayat, bersama Danramil Cariu, Kapten Inf Yoni Susanto, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan pemantauan langsung guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

“Kami bersama TNI dan unsur kecamatan melakukan pengamanan agar kegiatan berjalan aman dan kondusif. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan,” ujarnya.

Imbauan Keamanan

Aparat kepolisian dan TNI mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan bahan berbahaya secara sembarangan dalam pelaksanaan adu kuluwung. Warga juga diminta mengikuti arahan petugas demi menjaga keselamatan bersama.

Dengan sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan aparat keamanan, tradisi adu kuluwung diharapkan tetap lestari sebagai warisan budaya sekaligus simbol kebersamaan warga di Bogor Timur.(RUDI)

Tinggalkan komentar