Reses di Desa Cikarawang, Ayi Sahrul Hamzah Serap Aspirasi Petani hingga Soroti BPJS PBI dan Sampah

SGI-NEWS.COM – BOGOR – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan VI (Kabupaten Bogor), Ayi Sahrul Hamzah, menggelar Reses II Tahun Sidang 2025–2026 di Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Selasa (25/2/2026).

Kegiatan reses tersebut menjadi momentum penting bagi wakil rakyat untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat, khususnya warga pedesaan di wilayah Kabupaten Bogor.

Reses yang berlangsung penuh antusias itu dihadiri tokoh masyarakat, perangkat desa, kelompok tani, kader PKK, hingga perwakilan pemuda. Dalam sambutannya, Ayi Sahrul Hamzah menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal anggota dewan, melainkan sarana komunikasi dua arah antara wakil rakyat dan konstituen.

“Reses ini merupakan kegiatan anggota dewan untuk menyerap keluhan dan aspirasi secara langsung dari masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan dan permasalahan warga akan kami bawa dan perjuangkan di tingkat provinsi,” ujar Ayi.

Petani Keluhkan Akses Permodalan

Dalam dialog terbuka, sejumlah persoalan mencuat. Salah satu yang paling banyak disampaikan warga adalah keluhan kelompok tani terkait akses permodalan usaha pertanian.

Perwakilan kelompok tani Desa Cikarawang menyampaikan bahwa bantuan modal usaha dinilai masih terbatas, sementara prosedur pengajuan kerap dianggap cukup rumit.

Menanggapi hal tersebut, Ayi menegaskan komitmennya untuk mendorong program bantuan permodalan yang lebih mudah diakses petani.

“Petani adalah tulang punggung ketahanan pangan. Persoalan permodalan akan menjadi perhatian kami,” tegasnya.

Ia menilai, dukungan terhadap sektor pertanian harus menjadi prioritas, mengingat peran strategis petani dalam menjaga stabilitas pangan daerah maupun nasional.

Masalah Sampah dan Lingkungan Jadi Sorotan

Selain sektor pertanian, persoalan pengelolaan sampah juga menjadi sorotan warga. Beberapa masyarakat mengeluhkan belum optimalnya sistem pengelolaan sampah di lingkungan mereka, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran dan gangguan kesehatan.

Ayi menilai penanganan sampah perlu dilakukan secara komprehensif, mulai dari edukasi pemilahan sampah di tingkat rumah tangga hingga penyediaan fasilitas pengelolaan sampah terpadu.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat sangat dibutuhkan agar persoalan sampah tidak terus berulang.

Warga Keluhkan Kendala BPJS PBI

Tak hanya itu, warga juga menyampaikan permasalahan terkait BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran). Sejumlah masyarakat mengaku masih mengalami kendala dalam proses pendataan dan aktivasi kepesertaan, sehingga tidak dapat mengakses layanan kesehatan secara maksimal.

Menanggapi hal tersebut, Ayi memastikan akan berkoordinasi dengan dinas sosial dan pihak terkait agar pendataan BPJS PBI lebih akurat dan tepat sasaran.

“Kami akan berkoordinasi dengan dinas sosial dan pihak terkait agar pendataan BPJS PBI lebih akurat dan tepat sasaran. Jangan sampai masyarakat yang berhak justru tidak terakomodasi,” ujarnya.

Komitmen Kawal Aspirasi Warga Kabupaten Bogor

Sebagai wakil rakyat dari Dapil VI Kabupaten Bogor, Ayi menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mengawal setiap aspirasi yang disampaikan dalam reses.

“Sebagai wakil rakyat dari Dapil VI Kabupaten Bogor, saya memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Apa yang menjadi keluhan hari ini akan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan di tingkat provinsi,” pungkasnya. (DIN)

 

Tinggalkan komentar