PT. Citra Putra Realty Tbk. Gelar Public Expose Insidentil 2025

SGI-NEWS.COM – PT Citra Putra Realty Tbk. (CLAY) menggelar Public Expose Insidentil di Auditorium The City Tower, Lt.18, Jl. M.H. Thamrin No.81, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (24/9/2025).

Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran manajemen, antara lain Direktur Utama Nani Andriani, Direktur Chairul Umaya, serta Corporate Secretary Joko Santoso.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Citra Putra Realty Tbk, Nani Andriani menyampaikan apresiasi kepada pemegang saham, analis, undangan, dan rekan media yang hadir.

“Public Expose Insidentil ini kami laksanakan berdasarkan permintaan Bursa Efek Indonesia, menyusul adanya penghentian sementara perdagangan saham CLAY pada 19 September 2025, akibat lonjakan harga kumulatif yang signifikan,” ujarnya.

Per 18 September 2025, harga saham CLAY tercatat Rp2.480 per lembar.

Visi dan Misi Perseroan

  • Visi: Menjadi perusahaan terkemuka dan terpercaya di bidang pengembangan serta investasi properti dan perhotelan.

  • Misi:

    1. Mencapai standar manajemen tinggi terutama dalam hal kualitas.

    2. Mengembangkan produk berkualitas dengan investasi yang berkesinambungan.

    3. Memperluas lini usaha, termasuk di sektor kesehatan melalui pembangunan rumah sakit.

Jaringan Hotel dan Bisnis Perseroan

Saat ini, perseroan mengelola sejumlah aset strategis, antara lain:

  1. The Stones Hotel, Kuta – Bali (bintang 5, 307 kamar), dengan kontribusi lebih dari 90% terhadap pendapatan perseroan.

  2. Clay Hotel, Jakarta (bintang 2, 81 kamar), dikelola entitas anak perseroan.

Selain itu, melalui entitas anak PT Citra Putra Thamrin, perseroan juga mengelola fasilitas akomodasi yang dilengkapi restoran, pusat kebugaran, spa, business center, meeting room, serta layanan transportasi dan laundry.

Kinerja Keuangan

Direktur Chairul Umaya memaparkan, hingga 30 Juni 2025, total aset perseroan tercatat Rp884,34 miliar, naik dari Rp805,59 miliar pada 31 Desember 2024.

Dari sisi pendapatan, The Stones Hotel Bali berkontribusi Rp518,38 miliar dan Clay Hotel Jakarta Rp462,37 miliar. Namun, perseroan masih mencatat rugi komprehensif berjalan sebesar Rp12,25 miliar, akibat tekanan biaya dan dinamika pasar pascapandemi.

Rencana Pengembangan

Ke depan, perseroan berkomitmen mengoptimalkan kinerja hotel yang ada sekaligus memperluas portofolio usaha. Salah satu langkah strategis adalah pembangunan Rumah Sakit Royal Sukadana di Pontianak, Kalimantan Barat, sebagai diversifikasi ke sektor kesehatan.

“Momentum ini menjadi bukti komitmen kami dalam menjaga keterbukaan informasi publik. Kami yakin optimalisasi aset hotel serta pengembangan rumah sakit dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi pertumbuhan perseroan,” tegas Nani Andriani.

Analisis Manajemen Saham

Manajemen menegaskan, lonjakan harga saham CLAY yang terjadi murni dipengaruhi oleh faktor pasar, tingkat hunian, serta efisiensi biaya.

Tahun 2025, perseroan menargetkan pendapatan Rp218 miliar dengan realisasi sekitar 90%. Namun, belum ada rencana pembagian dividen karena perusahaan masih fokus memperkuat arus kas dan menjaga keberlanjutan usaha.

Public Expose ditutup dengan penegasan manajemen bahwa PT Citra Putra Realty Tbk. akan terus menjaga komunikasi dengan seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan.(ELI)

Tinggalkan komentar