Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, REKAN Indonesia Gelar Latihan Gabungan Water Rescue di Bogor

SGI-NEWS.COM — Rekan Kemanusiaan Indonesia (REKAN Indonesia) terus memperkuat kesiapsiagaan bencana dengan menggelar Latihan Gabungan Water Rescue di Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Minggu (11/1/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua REKAN Indonesia, Sukri Sumantri, yang akrab disapa Bang Loreng, dan melibatkan berbagai unsur relawan serta organisasi kebencanaan lintas wilayah.

Sejumlah peserta yang terlibat dalam latihan tersebut antara lain Redkar Citeureup, Destana Desa Leuwinutug, Destana Tarikolot, Destana Bojong Gede, Ambalan Pangeran Shoheh, RAPI Lokal Citeureup–Babakan Madang, serta Destana Gunungsari.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mengikuti simulasi penanganan darurat di perairan. Materi latihan meliputi teknik dasar water rescue, prosedur evakuasi korban di sungai, penggunaan alat keselamatan, hingga pola koordinasi antarrelawan dalam menghadapi potensi bencana banjir dan kecelakaan air.

Sukri Sumantri menegaskan, latihan gabungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kapasitas relawan kebencanaan di wilayah Bogor dan sekitarnya.

“Kesiapsiagaan bencana tidak bisa dibangun secara instan. Dibutuhkan latihan rutin dan kolaborasi lintas komunitas agar relawan benar-benar siap saat kondisi darurat terjadi,” ujar Sukri.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sungai sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kemampuan teknis relawan sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan sungai,” tambahnya.

Kegiatan latihan water rescue ini berlangsung aman dan mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Warga menilai kehadiran relawan dan simulasi kebencanaan memberikan rasa aman sekaligus edukasi tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana.

REKAN Indonesia berharap, kegiatan latihan dan kolaborasi antarorganisasi kebencanaan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna membangun budaya sadar bencana, khususnya di wilayah rawan banjir dan aliran sungai. (DIN)

Tinggalkan komentar