Pemdes Kutamekar Pastikan Rumah Mak Ijem akan Dibangun Melalui Program RTLH

SGI-NEWS.COM – Kisah pilu Mak Ijem (83), seorang janda lanjut usia di Kampung Cikole, Desa Kutamekar, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan publik setelah rumah yang ditempatinya rubuh sejak sekitar empat bulan lalu dan hingga kini belum dapat ditempati kembali.

Mak Ijem, janda kelahiran tahun 1943 yang memiliki tiga orang anak, kini terpaksa menumpang tinggal di rumah anak keduanya bernama Sarim, setelah rumah lamanya roboh dan tidak layak huni.

Peristiwa rubuhnya rumah Mak Ijem dibenarkan oleh Kepala Desa Kutamekar, Uteng. Ia menyampaikan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar September 2025 dan telah didata oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Rumah Mak Ijem rubuh sekitar bulan September dan sudah kami data serta laporkan ke BPBD,” ujar Uteng saat dikonfirmasi SGI-NEWS.COM (2/2/2026)

Uteng menjelaskan, sebelumnya Mak Ijem pernah menerima bantuan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada tahun 2017. Selain itu, Mak Ijem juga tercatat sebagai penerima bantuan sosial PKH dan BPNT.

Namun, menurut informasi yang diterima pihak desa, rumah tersebut sudah lama tidak ditempati dan kurang terawat, sehingga kondisi bangunan semakin rapuh hingga akhirnya roboh.

“Rumahnya lama tidak didiami dan mungkin tidak terurus, sehingga kondisinya memburuk dan akhirnya rubuh,” jelas Uteng.

Pada tahun 2025, Pemerintah Desa Kutamekar sempat mengajukan bantuan Program RTLH melalui aspirasi DPRD dari PDI Perjuangan. Namun pengajuan tersebut ditolak oleh pihak keluarga dengan alasan kekhawatiran adanya biaya tambahan yang tidak mampu ditanggung.

“Sempat akan diajukan bantuan RTLH dari aspirasi DPRD, namun ditolak karena takut program tersebut tidak mencukupi dan harus menggunakan dana swadaya,” katanya.

Meski demikian, Uteng menegaskan bahwa Pemerintah Desa Kutamekar tidak tinggal diam dan telah kembali mendata Mak Ijem untuk diajukan dalam program bantuan RTLH berikutnya.

“Kami dari Pemerintah Desa Kutamekar sudah berusaha maksimal dan tidak mengabaikan keprihatinan yang dialami Mak Ijem,” tegasnya.

Ia berharap dalam waktu dekat Mak Ijem bisa segera mendapatkan bantuan untuk memperbaiki atau membangun kembali rumahnya agar dapat tinggal dengan layak dan aman.

“Semoga dalam waktu dekat ada bantuan untuk memperbaiki atau membangun rumah Mak Ijem,” pungkas Uteng.

Kisah Mak Ijem kini menjadi perhatian masyarakat dan warganet, yang berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera memberikan solusi agar lansia tersebut tidak terus hidup dalam keterbatasan tanpa tempat tinggal yang layak. (RUDI)

Tinggalkan komentar